Kamis, 13 April 2017

Air Terjun Curug Sawer

     





Air Terjun Curug Sawer

Air terjun ini merupakan salah satu panorama alam yang cukup menarik di Provinsi Banten. Terletak  di Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Untuk sampai di lokasi membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam dengan menggunakan kendaraan dari pusat pemerintahan Provinsi Banten, kemudian perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 90 menit.
Dalam perjalanan kita akan melewati perkampungan warga yang asri, kebun-kebun, areal persawahan yang membentang luas ditambah dengan gunung yang menjulang tinggi, dan semak-semak belukar. Medan yang ditempuh cukup sulit. Namun, semua rintangan yang ditemui selama diperjalanan akan tergantikan dengan suguhan alam yang menakjubkan. Saat ini, air terjun Curug Sawer ini sudah banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar wilayah Provinsi Banten.
     Senang rasanya sudah bisa berpetualang kesana bersama tiga orang teman (Mila, Rika, dan Ateu). Perjalanan kami dipandu oleh anak-anak dari perkampungan tersebut yang kami temui di perjalanan yang menawarkan diri untuk menjadi guide kami. Menikmati perjalanan ini merasa seperti ikut berpetualang bersama ‘Si Bolang’. Ya, 'Si Bolang dari Desa Ujung Tebu'. Beberapa hari setelah petualangan itu, kami baru menyadari ternyata ada yang sesuatu yang ganjil pada salah satu foto yang kami ambil ketika di sana. Kamera ponselku mampu menangkap sosok penampakan wanita tua di air terjun. Entahlah, mungkin inilah yang disebut dengan keunikan dari sebuah perjalanan. 


Ciomas, 11 Februari 2015   





Rabu, 19 Agustus 2015

U Are My Inspiration

Semua hal yang telah Tuhan berikan padaku teramat aku syukuri. Terutama  sahabat-sahabat yang tuhan berikan untukku. Banyak teman dan sahabat yang aku temui. Masing-masing memiliki keistimewaan tersendiri. Karakternya yang variatif, kemampuannya yang luar biasa, dan yang terpenting adalah prinsip hidupnya yang luar biasa.
Maukah kau aku beritahu sosok sahabatku yang luar biasa? dia istimewa, dia kuat, dan yang terpenting adalah dia teguh memegang prinsipnya. Dia gadis yang sangat luar biasa. gadis yang berasal dari keluarga yang baik. Kehidupannya yang rumit membuatnya menjadi pribadi yang kuat tak tergoyahkan. Kehidupannya yang penuh rintangan membuatnya menjadi pribadi yang berprinsip.
Euis, begitulah biasanya dia disapa. Euis Mufahamah, nama yang cantik yang diberikan orang tuanya. Nama yang sesuai dengan kepribadiannya. Euis adalah sosok yang selalu memiliki pemahaman yang baik dalam memahami apa yang terjadi dalam kehidupannya. Pemahamannya yang baik mampu menjadikannya kuat dan amat berharga dimataku.
Dua hal darinya yang aku banggakan. Kekuatannya dan keteguhannya. Dia selalu mengatakan “ jangan berharap pada manusia. Berharaplah pada Allah”. dia pintar, cerdas, kata-katanya selalu mampu mengubah pendirianku yang dangkal. Aku teramat segan padanya. Dia selalu tahu hal apa yang selalu mampu membuatku tergoyahkan. Hati. Ya, dia selalu mengkhawatirkan hatiku. Dia selalu mengharapkan aku mendapatkan yang terbaik. Saat inipun, aku tengah dibuat takjub olehnya.
Sahabat, terima kasih untuk kekuatanmu yang menguatkanku.  I miss u.


Pandeglang, 19 Agustus 2015

Azizah 

Kamis, 18 Desember 2014

SUNGAI BUATAN

Sungai Buatan Masa Kesultanan Banten

Di Serang-Banten, terdapat sebuah sungai yang merupakan sungai buatan pada masa Kesultanan Banten, yakni pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1683). Sungai ini dibuat dari tahun 1660 hingga sekitar tahun 1678, pada saat itu Sultan berusaha untuk memperbaiki sistem irigasi untuk sawah-sawah di sekitar Kesultanan Banten agar areal sawah mendapat pengairan yang baik. sehingga padi dan tanaman produksi lainnya dapat tumbuh dengan baik dan dapat menunjang kemakmuran rakyat Banten.

Sungai ini terletak di Desa Tritih, Kecamatan Walantaka. Sungai buatan ini disebut dengan ‘Kali Malang’, dinamai demikian karena selain arah sungai yang mengalir lurus juga malang melintang ke kanan dan ke kiri.
Bagian sungai yang melintang ke kanan dan ke kiri ini difungsikan untuk  pengairan sistem irigasi yang dibangun oleh kesultanan. Di bagian atas sungai terdapat pula sistem irigasi yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda, dengan bentuk dan sistem yang lebih baik. Irigasi ini mendapat aliran air dari sungai buatan di bawah yang dialirkan melalui lubang di dasar sungai, sehingga dulu sungai ini harus membagi aliran air ke lima arah, ke aliran sungai yang bermuara di laut, dua aliran untuk irigasi yang dibangun oleh kesultanan, dan dua aliran untuk irigasi yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda.
Yang unik dari sungai buatan ini adalah terdapat pada setiap sisinya, di mana pada setiap sisi sungai dibatasi dengan dinding ‘plesteran’ dengan permukaan dinding plester yang bergaris tak beraturan, seperti sembarang coretan. Garis batas sisi sungai ini tampak lurus.Hal ini membuktikan bahwa sungai ini dibuat dengan sengaja, bukan sungai yang terbentuk karena faktor alamiah—yang biasanya bentuknya tak beraturan dan mengikuti kondisi kemiringan tanahnya—seperti sungai-sungai pada umumnya.
Berada di sekitar sungai ini, seperti berada di masa Kesultanan Banten yang dulu pernah Jaya. Dapat dibayangkan pasti banyak sekali pegawai yang dikerahkan untuk membuat sungai ini. Sungai dengan aliran yang cukup panjang. Mengalir jauh sampai ke laut. Namun, sangat disayangkan melihat kondisi di sekitar sungai ini, terutama di sekitar irigasi yang tersumbat oleh banyaknya sampah yang kemudian menghalangi aliran air dari Barat ke Timur. Bau menyengatpun menyebar sehingga dapat tercium jika melewati sungai ini. 
Sangat disayangkan melihat kondisi tersebut. Lingkungan yang seharusnya dijaga untuk kelangsungan hidup generasi mendatang, harus tercemar karena ulah manusia saat ini. Banten, dulu kau begitu berjaya. Lihatlah!!

Pandeglang, 18 Desember 2014
Nur Azizah—Relawan di Laboratorium Bantenologi


Aliran sungai buatan dengan sisi-sisi yang tampak lurus

aliran sungai ta






Irigasi buatan pemerintah Kolonial Belanda



Jalan raya di sekitar ini cukup baik



Azizah dan Chika